Morninroutine – Pengumuman Black Myth: Zhong Kui kembali menghebohkan dunia game. Petualangan baru ini akan mengikuti jejak Black Myth: Wukong, namun kali ini berfokus pada Zhong Kui, Raja Hantu dari mitologi Tiongkok. Kisah Zhong Kui, yang jauh kurang detail dibanding Sun Wukong, justru menyimpan potensi inspirasi bagi game-game lain, termasuk salah satu judul action dari Capcom yang akan rilis di tahun 2026. Informasi ini didapatkan dari esportivonews.com.
Legenda Zhong Kui mengisahkan pertarungannya melawan hantu dan iblis yang mencoba melarikan diri dari neraka untuk melindungi umat manusia. Premisnya sederhana, namun sarat makna dan interpretasi. Misi Zhong Kui ini memiliki kemiripan yang mencolok dengan premis Onimusha: Way of the Sword. Dalam seri Onimusha, Miyamoto Musashi, samurai legendaris, berjuang melawan Genma, iblis yang menginvasi dunia manusia dari alam bawah.

Baik Genma maupun hantu-hantu yang dilawan Zhong Kui berasal dari alam baka dan mengancam manusia. Meskipun Genma dalam Onimusha juga diciptakan secara artifisial oleh kekuatan jahat, kedua entitas tersebut tetap merepresentasikan roh-roh supernatural yang sering muncul dalam cerita rakyat. Musashi memburu Genma, Zhong Kui menundukkan iblis dan hantu; tujuan mereka sama: melindungi umat manusia.
Kemiripan ini menimbulkan pertanyaan: apakah Onimusha terinspirasi dari legenda Zhong Kui? Mengingat Onimusha pertama rilis tahun 2001, dan legenda Zhong Kui telah ada selama ratusan tahun, kemungkinan tersebut sangat terbuka. Meskipun roh-roh dalam mitologi Tiongkok dan Jepang berbeda, tema supernatural dan ancamannya terhadap manusia merupakan elemen universal dalam banyak cerita rakyat. Status Zhong Kui sebagai penguasa hantu membuatnya unik dan populer, menjadikannya inspirasi bagi banyak karakter fiksi.
Game Science, pengembang Black Myth, menyatakan bahwa Zhong Kui membangkitkan semangat mereka saat membuat Wukong. Hal ini menjelaskan mengapa mereka membuat sekuel, bukan DLC untuk salah satu ARPG terbesar tahun 2024. Popularitas Zhong Kui yang luas kemungkinan telah menjadikannya figur inspiratif bagi banyak karakter fiksi selama bertahun-tahun. Dalam kasus Onimusha, inspirasi ini mungkin mendefinisikan setting game, di mana figur "pahlawan" harus menundukkan kekuatan supernatural untuk melindungi umat manusia.
Perbedaan utama antara Onimusha dan legenda Zhong Kui terletak pada penampilan protagonisnya. Zhong Kui digambarkan dengan penampilan yang "tidak sedap dipandang", sementara Musashi, berdasarkan model aktor Jepang terkenal, tampil gagah. Namun, tujuan mereka tetap sama.
Tim pengembang Game Science menyebutkan Black Myth: Zhong Kui akan menampilkan sistem pertarungan yang mirip dengan Black Myth: Wukong. Footage gameplay Onimusha: Way of the Sword terbaru juga menunjukkan sistem pertarungan yang sangat mirip, meskipun dengan ciri khasnya sendiri. Baik Onimusha maupun Black Myth menggunakan pertarungan pedang orang ketiga, dan keduanya menekankan pengumpulan sumber daya dari musuh yang dikalahkan untuk meningkatkan kemampuan karakter.
Meskipun sistem pertarungan dan pengumpulan sumber daya bukanlah hal baru dalam genre ARPG, kemiripan ini semakin memperkuat kesamaan tema antara kedua game tersebut. Meskipun tanggal rilis Black Myth: Zhong Kui belum diketahui, inspirasinya mungkin telah terlihat dalam Onimusha: Way of the Sword yang akan hadir di tahun 2026. Sebuah petualangan epik yang menjanjikan pertarungan seru dan kisah yang memikat.






