Morninroutine – Setelah penantian yang terasa abadi, seri Rhythm Heaven yang sangat dicintai akhirnya kembali menggebrak panggung utama dengan Rhythm Heaven Groove. Dirilis pada 2 Juli 2026, game ini tidak hanya membuktikan relevansinya yang tak lekang oleh waktu, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai permata tak tergantikan dalam genre ritme. Bagi para veteran yang telah lama merindukan ketukan khasnya, ini adalah reuni yang manis. Bagi pendatang baru, ini adalah undangan sempurna untuk terjun ke dunia di mana kesederhanaan bertemu dengan tantangan yang memabukkan.
Sejarah Rhythm Heaven memang unik, mencerminkan pesona eksentrik Nintendo yang tak terduga. Perjalanan dimulai pada tahun 2006 di Game Boy Advance, eksklusif untuk pasar Jepang. Namun, legenda game ini menyebar di kalangan hardcore gamer, memicu permintaan yang tak terbendung hingga akhirnya tiba di Barat pada tahun 2008 melalui Rhythm Heaven di DS. Kita sempat menikmati Rhythm Heaven Megamix di 3DS pada tahun 2016, namun era Switch seolah terlewati begitu saja—sampai sekarang. Rhythm Heaven Groove mengisi kekosongan itu dengan gemilang, membawa kembali filosofi inti yang membuat seri ini begitu istimewa: kesederhanaan adalah kunci.

Mirip dengan seri WarioWare milik Nintendo, pengalaman Rhythm Heaven Groove didominasi oleh microgame yang cepat, menguji refleks dan sinkronisasi Anda dalam berbagai skenario, sebelum tanpa ampun mendorong Anda ke tantangan berikutnya. Meskipun popularitasnya mungkin tidak "meledak" seperti beberapa franchise Nintendo lainnya—tetap menjadi permata niche yang dihargai—seri ini telah melahirkan legiun penggemar genre ritme, dan Groove siap menyambut lebih banyak lagi ke dalam lingkaran adiktifnya. Sebagai seorang penulis game, saya pribadi berharap ada beberapa penyesuaian pasca-peluncuran yang dapat lebih memperkaya pengalaman, mungkin dengan event komunitas atau challenge musiman yang terus berkembang.
Salah satu kekuatan terbesar Rhythm Heaven Groove adalah aksesibilitasnya yang luar biasa. Bahkan jika Anda belum pernah menyentuh game ritme sebelumnya, Anda bisa langsung memainkannya tanpa hambatan. Game ini dengan cerdas memandu pemain melalui minigame yang lebih mudah, secara bertahap meningkatkan kompleksitasnya. Mayoritas minigame dapat dikendalikan hanya dengan satu tombol, sebuah bukti desain jenius yang meminimalkan hambatan masuk. Namun, jangan tertipu oleh kesederhanaan itu. Tantangan sesungguhnya terletak pada variasi timing yang harus Anda kuasai, terutama di level-level selanjutnya yang menuntut kombinasi tombol cepat dan elemen memori ringan.
Untuk maju, Anda hanya perlu mencapai skor "par" di setiap level. Namun, bagi para completionist sejati, ada medali tantangan yang menunggu untuk dikumpulkan, menawarkan lapisan replayability yang mendalam. Jika Anda ingin rehat dari rentetan kampanye yang intens, ada mode sampingan yang tak kalah menarik: Beatspell. Ini adalah dungeon crawler dengan pertarungan berbasis ritme, sebuah perpaduan genre yang mengejutkan dan menyegarkan. Dengan menekan tombol pada ketukan yang tepat, Anda dapat melancarkan mantra berulang kali, dengan ketukan sempurna yang menghasilkan critical hit yang memuaskan. Narasi tersembunyi dalam bentuk entri buku harian, yang dapat diakses melalui menu Rhythm Reference, menambah daya tarik mode ini. Mode Beatspell sendiri, dengan perpaduan dungeon crawler dan ritme, terasa seperti benih untuk sesuatu yang jauh lebih besar, membuka jendela ke potensi genre hibrida yang belum terjamah, membuat kita bertanya-tanya apa lagi yang bisa diciptakan dari formula ini.
Pengalaman multipemain adalah jantung berdetaknya Rhythm Heaven Groove. Saya mengujinya secara ekstensif, bahkan terkadang menggunakan beberapa controller sendirian—sebuah tantangan tersendiri!—dan hasilnya luar biasa. Ada beragam game co-op dan versus yang dirancang untuk menguji kepekaan ritme pemain dalam hampir setiap skenario. Teknologi vokal, yang diadaptasi dari Tomodachi Life, juga hadir di Rhythm Heaven Groove, termasuk dalam mode multipemain. Anda bisa memilih dari daftar nama/julukan yang sudah tersedia, atau menulis sendiri, dan sistem text-to-speech akan memanggil nama pemain saat giliran mereka. Fitur ini mungkin bisa mengganggu sebagian orang (dan bisa dimatikan), tetapi saya pribadi sangat menikmati keberadaannya sepanjang waktu.
Ada lebih banyak kedalaman dalam mode multipemain daripada yang terlihat pada pandangan pertama, terutama karena Anda secara teknis mendapatkan 30 minigame yang berbeda. Ini karena ada tiga varian yang disertakan untuk 10 game utama, dan varian-varian ini seringkali sepenuhnya berbeda atau mengubah gameplay secara signifikan. Beberapa minigame bahkan terasa seperti prototipe untuk ide-ide yang lebih besar, dengan potensi untuk dikembangkan menjadi pengalaman mandiri yang tak kalah adiktif.
Mari kita intip beberapa sorotan dari minigame yang ditawarkan:
- Rhythm Tweezers (Co-op): Sebuah konsep absurd yang khas Rhythm Heaven, di mana Anda harus mencabut rambut dari bawang bombay mengikuti irama. Sederhana, konyol, dan sangat adiktif.
- Pet N Parcel (Co-op): Bertarung melawan musuh sambil mengantarkan paket, menuntut koordinasi dan ketepatan ritme di tengah kekacauan.
- Ninja Bodyguards (Co-op): Bertindak sebagai pengawal, Anda harus menangkis panah untuk melindungi seorang NPC, sebuah ujian refleks dan sinkronisasi tim.
- Tennis Quest (Co-op): Sebuah game multi-level di mana Anda bertarung melawan musuh. Dalam Tennis Quest, misalnya, pukulan sempurna tidak hanya memenangkan poin, tetapi bisa melontarkan bola api yang membersihkan jalur musuh bagi tim Anda—sebuah sentuhan cerdas yang mendorong pemain untuk tidak hanya mengikuti ritme, tetapi juga menguasainya untuk keuntungan strategis.
- Sick Beats (Co-op): Berjuang melawan kuman dalam perangkat yang berputar, sebuah tantangan ritme yang unik dan visual yang menarik.
- Volleyball-ish (Co-op): Lakukan bump, set, dan score mengikuti irama, sebuah minigame olahraga yang menyenangkan dan membutuhkan kerja sama tim.
- Archer Angels (VS): Bersaing untuk membersihkan jalur ke tengah arena untuk meraih kemenangan, menguji ketepatan bidikan dan ritme Anda.
- Cake Wait (VS): Sebuah acara yang riuh namun sederhana: Anda hanya perlu menekan satu tombol tepat saat penghitung waktu mencapai nol. Ini dimulai dengan cara yang lugas, tetapi akhirnya meningkat menjadi tempo hitungan mundur yang berbeda, dan gangguan aneh seperti makanan hidup atau situasi eksistensial yang melampaui arena. Seperti seri WarioWare, ini menciptakan banyak obrolan dan sangat cocok untuk pesta.
- Wrestle Sprint (VS): Balapan menekan tombol berwaktu. Mungkin sedikit rewel tergantung pada sinkronisasi TV Anda, tetapi begitu Anda menguasainya, ini bisa memicu pertarungan yang sangat intens.
- Memo Rising (VS): Sebuah game memori yang sangat out-of-the-box yang meminta Anda untuk mengingat ketukan dan irama.
Game co-op juga secara khusus memungkinkan "momen pahlawan," dengan sedikit intervensi. Posisi bisa bertukar tidak hanya antar putaran, tetapi juga di dalam minigame itu sendiri. Ini membuat semua orang tetap waspada tanpa memaksa tim co-op untuk hanya mengandalkan satu orang. Bahkan jika Anda bermain dengan pemain yang lebih muda, mereka masih bisa merasa berkontribusi saat mereka mulai menangkap irama dan mekanik seiring waktu.
Minigame versus juga sangat menyenangkan. Archer Angels adalah kesenangan yang bersih dalam menguji kepatuhan Anda terhadap irama, dan Memo Rising adalah game memori yang sangat orisinal yang meminta Anda untuk mengingat ketukan dan irama. Secara keseluruhan, Rhythm Heaven Groove adalah entri yang sangat dalam, terutama jika Anda berencana untuk bermain bersama empat pemain penuh. Meskipun elemen solo mungkin tidak akan membuat Anda bertahan selama itu, rencanakan untuk menyelami seluruh paketnya, dan Anda akan memiliki waktu yang luar biasa. Ini adalah sebuah mahakarya ritme yang layak untuk setiap ketukan yang Anda







































