Morninroutine.com – Dunia hiburan saat ini tengah digempur oleh gelombang tema cyberpunk yang luar biasa masif. Mulai dari literatur klasik hingga adaptasi layar lebar seperti Blade Runner 2099 dan serial Neuromancer yang akan datang, genre ini terus menunjukkan taringnya. Tidak hanya di film, industri video game pun telah membuktikan keberhasilannya melalui fenomena Cyberpunk 2077. Namun, ada satu tren menarik yang mulai muncul: perpaduan antara estetika masa depan yang kelam dengan nuansa koboi klasik atau Western.
Sebuah proyek ambisius bertajuk ExeKiller kini tengah mencuri perhatian para penggemar genre ini. Game bergenre first-person action-adventure besutan Paradark Studio ini menjanjikan pengalaman unik yang bisa digambarkan sebagai pertemuan antara atmosfer liar ala serial Yellowstone dengan distopia teknologi ala Blade Runner.

Berlatar di dunia alternatif tahun 1998, ExeKiller mengambil setting dua dekade setelah peristiwa "Great Fire Disaster" yang menghancurkan New York dan sebagian besar wilayah Amerika Serikat. Pemain akan berperan sebagai Denzel Fenix, seorang pemburu hadiah (bounty hunter) berlisensi yang bekerja untuk korporasi raksasa bernama Helion Corporation. Tugas utamanya cukup berbahaya: melacak buronan di tengah tanah tandus dan mengambil chip bio S.O.U.L. yang tertanam di tubuh mereka.
Visual yang ditawarkan sangat kontras namun harmonis. Pemain akan melihat penggunaan revolver klasik yang bersanding dengan implan saraf mutakhir. Pemukiman kumuh di pinggir jalan berdiri berdampingan dengan reruntuhan kota yang terpapar radiasi. Untuk berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain, Denzel menggunakan kendaraan terbang bernama "Appaloosa", sebuah penghormatan bagi jenis kuda terkenal di era koboi. Eksplorasi akan membawa pemain menyusuri Manhattan yang hancur, Brooklyn yang dikuasai para pemulung, hingga Long Island yang tertutup pasir.
Dari sisi mekanisme permainan, ExeKiller menawarkan kedalaman ala immersive-sim. Pemain tidak hanya sekadar menembak, tetapi juga harus mampu melakukan investigasi di tempat kejadian perkara, menginterogasi saksi, meretas sistem keamanan, hingga melakukan negosiasi. Jika situasi memanas, pemain bisa memilih untuk menggunakan kekuatan senjata atau memanfaatkan peningkatan sibernetik seperti Bullet Time dan penglihatan super untuk memenangkan pertempuran.
Meskipun sempat mengalami penundaan dari target awal tahun 2025, kabar baik datang bagi para penggemar. Paradark Studio baru saja mengumumkan kemitraan baru dengan penerbit ternama, 505 Games, untuk memasarkan ExeKiller di PC melalui Steam. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dukungan sumber daya yang lebih besar tanpa mengubah visi orisinal pengembang.
Hingga saat ini, tanggal rilis resmi masih belum ditentukan. Namun, bagi Anda yang sudah tidak sabar merasakan sensasi menjadi pemburu hadiah di dunia masa depan yang liar, Anda sudah bisa memasukkan ExeKiller ke dalam daftar keinginan (wishlist) di Steam sekarang juga.







































