Morninroutine.com – Dunia industri video game baru saja dikejutkan dengan kabar besar yang telah lama dinantikan oleh jutaan penggemar di seluruh dunia. Setelah bertahun-tahun diselimuti ketidakpastian dan spekulasi yang simpang siur, akhirnya terungkap bahwa semesta The Last of Us akan kembali hadir dalam skala yang jauh lebih besar dari yang dibayangkan sebelumnya.
Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2013, seri The Last of Us telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu mahakarya narasi paling emosional dalam sejarah permainan digital. Meskipun sekuelnya, The Last of Us Part II, sempat memicu perdebatan sengit di kalangan komunitas karena keputusan ceritanya yang berani, tidak ada yang bisa membantah dampak emosional mendalam yang ditinggalkan oleh kisah Ellie dan Abby. Ketidakjelasan mengenai akhir cerita mereka membuat banyak orang bertanya-tanya: apakah perjalanan ini benar-benar telah usai?

Selama beberapa tahun terakhir, Neil Druckmann, otak di balik kesuksesan Naughty Dog, kerap memberikan sinyal yang membingungkan. Di satu sisi, ia pernah menyatakan bahwa Part II mungkin merupakan titik akhir dari saga ini. Namun, di sisi lain, ia sempat memberikan harapan tipis melalui sebuah dokumentasi dengan menyebutkan bahwa masih ada "satu bab lagi" yang mungkin perlu diceritakan. Druckmann selalu menekankan bahwa ia hanya akan melanjutkan waralaba ini jika memiliki cerita yang benar-benar bermakna, bukan sekadar mengejar popularitas semata.
Namun, kejutan besar terjadi pada momentum The Last of Us Day tanggal 28 September lalu. Melalui sebuah unggahan resmi, Druckmann memberikan pernyataan yang mengubah segalanya. Alih-alih hanya membicarakan satu sekuel, ia mengungkapkan bahwa Naughty Dog saat ini tengah mengerjakan dua proyek baru yang berada di bawah naungan semesta The Last of Us.
"Sejak Grounded 2, kami telah mendiskusikan kemungkinan untuk menceritakan lebih banyak kisah di dunia The Last of Us. Saat ini, kami memiliki beberapa proyek baru yang sangat menarik dan masih dalam tahap awal pengembangan," tulis Druckmann dalam pernyataan resminya. Ia menegaskan bahwa kedua proyek tersebut bertujuan untuk memperluas kanon atau sejarah dunia The Last of Us melampaui apa yang telah kita saksikan di Part I dan Part II.
Meskipun belum ada detail mengenai apakah proyek ini akan berbentuk gim utama (sekuel penuh) atau cerita standalone yang berdiri sendiri, kabar ini memberikan angin segar bagi para penggemar. Naughty Dog tampaknya telah menemukan inspirasi baru untuk menggali lebih dalam ke dunia pasca-apokaliptik yang penuh dengan ketegangan dan kemanusiaan tersebut.
Bagi para pemain, ini berarti perjalanan di dunia yang hancur oleh jamur Cordyceps belum berakhir. Meski pengembangan ini diprediksi akan memakan waktu bertahun-tahun karena Naughty Dog juga sedang mengerjakan kekayaan intelektual (IP) baru mereka, Intergalactic: The Heretic Prophet, antusiasme publik dipastikan akan meledak saat detail lebih lanjut mulai terungkap ke permukaan.







































