10 Game Epik Square Enix yang Terlupakan!

Karlina

Karlina

10 Game Epik Square Enix yang Terlupakan!

Morninroutine – Square Enix, raksasa di industri game, dikenal dengan mahakarya seperti Final Fantasy dan Dragon Quest. Namun, di balik gemerlapnya judul-judul besar itu, tersembunyi permata-permata yang kurang mendapat sorotan. Sebagai seorang penulis game yang telah lama berkecimpung di dunia ini, saya ingin mengajak Anda menyelami 10 game Square Enix yang underrated, namun sangat layak untuk dimainkan.

The Last Remnant: RPG Unik yang Menantang

10 Game Epik Square Enix yang Terlupakan!
Gambar Istimewa : static0.srcdn.com

Seri SaGa dari Square Enix memang tak sepopuler Final Fantasy, dan The Last Remnant bahkan lebih terpinggirkan lagi. Meski bukan bagian dari seri SaGa, game ini adalah penerus spiritualnya. Bersiaplah untuk gameplay yang kompleks dan mungkin membuat frustrasi bagi pemain baru. Namun, jika Anda bertahan, dunia yang luas dan karakter-karakter menarik akan menjadi imbalan yang setimpal. Sistem pertarungan dan progresinya unik dan tak terlupakan.

Threads of Fate: Aksi Seru dengan Sentuhan Komedi

Di era keemasan game 3D, Square Enix cenderung mempertahankan sistem pertarungan turn-based di game-game andalannya. Threads of Fate hadir sebagai angin segar dengan kombinasi elemen RPG, pertarungan real-time, dan platforming. Game ini mungkin tak terlalu populer saat dirilis, namun tetap seru untuk dimainkan hingga saat ini. Art style yang menawan, musik yang indah, dan sentuhan komedi yang menghibur adalah daya tarik utamanya.

Drakengard: Cikal Bakal Nier yang Kelam

Para penggemar Nier pasti tak asing dengan Drakengard, franchise garapan Yoko Taro sebelum Nier. Namun, tak banyak yang benar-benar memainkan game Drakengard. Entri pertamanya memiliki gameplay yang lebih repetitif dibandingkan Nier: Automata, sehingga tak mudah untuk dinikmati. Namun, bagi Anda yang menyukai narasi khas Yoko Taro, Drakengard wajib dicoba. Kisah perang agama yang kompleks dan salah satu endingnya yang menjadi dasar dunia Nier adalah daya tarik utamanya.

Vagrant Story: Pengalaman Unik yang Tak Tertandingi

Vagrant Story memiliki basis penggemar yang solid, namun tak pernah mencapai popularitas yang sama dengan Final Fantasy, meski memiliki koneksi samar. Berlatar di dunia Ivalice (seperti Final Fantasy Tactics dan FF12), Vagrant Story berfokus pada investigasi dan tuduhan pembunuhan terhadap karakter utama. Sistem pertarungannya kompleks, dengan fokus pada menargetkan bagian tubuh yang berbeda dan melakukan kombo. Eksplorasinya melibatkan elemen platforming ringan dan memindahkan kotak.

Star Ocean: Pesona Klasik Sejak Awal

Star Ocean adalah seri populer, namun Star Ocean: The Second Story sering dianggap sebagai mahakarya. Meski begitu, game pertamanya tak boleh diabaikan. Star Ocean orisinal dipenuhi dengan imajinasi yang sama dengan game-game klasik Square seperti Chrono Trigger. Meski kurang fokus dan ambisius dibandingkan sekuelnya, game ini menawarkan kesenangan yang cukup untuk menemani Anda selama 20 jam.

Legend of Mana: Permata Tersembunyi di Seri Mana

Secret of Mana dan Trials of Mana selalu menjadi sorotan utama. Namun, jika Anda bertanya kepada penggemar Mana tentang game favorit mereka, Legend of Mana akan sering disebut. Game spin-off untuk PlayStation orisinal ini menghadirkan perubahan besar dalam gameplay dan pendekatan terhadap pertarungan. Art style dan musiknya yang memukau adalah daya tarik utamanya. Legend of Mana juga menawarkan banyak konten dan ide unik.

Radiata Stories: Dunia Fantasi dalam Lukisan Cat Air

Radiata Stories, RPG PS2 dari tri-Ace, mungkin tak sepopuler Radiant Historia, namun memiliki daya tarik tersendiri. Seperti Suikoden, Radiata Stories memiliki banyak karakter yang bisa direkrut, namun dengan tone yang lebih komedi dan ringan. Art style-nya yang unik, menampilkan dunia fantasi dalam gaya lukisan cat air, adalah alasan utama untuk memainkan game ini.

Dragon Warrior Monsters: Pesaing Serius Pokemon

Seri Dragon Quest Monsters memang cukup populer, namun game Game Boy Color orisinalnya kurang mendapat perhatian. Seperti game Pokemon klasik, Dragon Warrior Monsters tetap seru untuk dimainkan hingga saat ini. Menguasai elemen-elemen seperti breeding membutuhkan keahlian khusus, namun hal itu justru menambah nilai jangka panjangnya.

Terranigma: Standar Kualitas Enix yang Tinggi

Enix selalu fokus pada publishing daripada development. Di antara banyaknya game yang mereka terbitkan, Terranigma adalah salah satu yang menonjol. Dikembangkan oleh Quintet (studio di balik Illusion of Gaia), Terranigma layak mendapatkan ketenaran yang sama dengan pendahulunya. Pertarungan aksi yang seru, eksplorasi yang luas, side quest yang fantastis, dan cerita yang menarik adalah daya tarik utamanya.

Valkyrie Profile 2: Silmeria: Mahakarya yang Terlupakan

Valkyrie Profile 2: Silmeria sukses secara komersial dan mendapat pujian dari kritikus. Namun, game ini kurang mendapat perhatian karena dirilis di akhir masa kejayaan PS2. Pada saat game ini dirilis tahun 2006, Xbox 360 sudah beredar selama beberapa bulan. Sistem pertarungan yang unik dan plot yang menarik menjadikan Valkyrie Profile 2 sebagai game Square Enix klasik yang underrated.

Tips Tambahan:

  • Eksplorasi Mendalam: Jangan ragu untuk menjelajahi setiap sudut dunia dalam game-game ini. Terkadang, permata tersembunyi dan rahasia menarik bisa ditemukan di tempat yang tak terduga.
  • Eksperimen dengan Gameplay: Game-game ini seringkali memiliki sistem gameplay yang unik dan kompleks. Jangan takut untuk bereksperimen dan menemukan strategi yang paling cocok untuk Anda.
  • Bersabar: Beberapa game mungkin membutuhkan waktu untuk dipahami dan dinikmati sepenuhnya. Jangan menyerah terlalu cepat, dan berikan kesempatan pada game untuk menunjukkan potensinya.

Semoga daftar ini menginspirasi Anda untuk menemukan permata-permata tersembunyi dari Square Enix yang mungkin terlewatkan. Selamat bermain!

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar