Penerus Spiritual Bloodborne Ini Lolos dari Radar Anda!

Karlina

Karlina

Penerus Spiritual Bloodborne Ini Lolos dari Radar Anda!

Morninroutine – Di dunia game, warisan Bloodborne masih terasa begitu kuat, bahkan hampir satu dekade setelah perilisannya. Para penggemar setia tak henti-hentinya memohon sekuel, remaster, atau setidaknya sentuhan baru yang bisa menghidupkan kembali nuansa pertarungan agresif dan kengerian gotik yang menjadi ciri khasnya. Sementara itu, banyak game mencoba meniru formulanya, namun seringkali berakhir sebagai bayangan pucat yang gagal menangkap esensi magis tersebut.

Inilah mengapa Lies of P, yang dirilis pada tahun 2023 oleh Neowiz Games dan Round8 Studio, berhasil mengejutkan banyak pemain. Game ini tidak dipasarkan secara bombastis sebagai "Bloodborne berikutnya." Namun, kabar tentang kualitasnya menyebar dengan cepat, menjadikannya fenomena di kalangan penggemar Soulslike. Kini, banyak yang menganggapnya sebagai penerus spiritual Bloodborne yang telah lama dinanti.

Penerus Spiritual Bloodborne Ini Lolos dari Radar Anda!
Gambar Istimewa : static0.srcdn.com

Mengapa Lies of P Berhasil Merasakan Jiwa Bloodborne Tanpa Menjadi Bloodborne

Perlu ditegaskan, Lies of P tidak memiliki koneksi resmi dengan FromSoftware. Ini bukan sekuel, spin-off, atau kelanjutan berlisensi. Para pengembangnya tidak pernah memposisikannya sebagai pengganti Bloodborne, dan secara naratif, ia berdiri kokoh dengan interpretasi ulang kisah Pinokio yang gelap dan penuh intrik. Namun, kemiripan yang ada sulit untuk diabaikan.

Pertarungannya yang cepat dan brutal mendorong agresi daripada pertahanan, mengingatkan pada sistem regain yang ikonik. Kota Krat yang kelam dan membusuk memancarkan atmosfer mencekik yang serupa dengan Yharnam. Dunia terasa begitu memusuhi, penuh rahasia, dan siap menghukum setiap kesalahan, sebuah resonansi kuat bagi para veteran Souls. Namun, yang benar-benar mengangkat Lies of P adalah kepercayaan dirinya. Alih-alih menyalin FromSoftware secara mentah-mentah, game ini memadukan mekanik Soulslike yang familiar dengan fokus yang lebih disengaja pada narasi dan pilihan karakter. Hasilnya terasa begitu matang dan terencana, bukan sekadar penghormatan kosong yang mengejar nostalgia. Bahkan sistem senjata yang bisa dikombinasikan secara unik atau mekanisme "berbohong" yang memengaruhi alur cerita, menambah kedalaman yang tak terduga.

Game yang Akhirnya Mengisi Kekosongan Hati Penggemar Bloodborne

Reaksi para pemain menceritakan kisah sesungguhnya. Di berbagai forum dan media sosial, penggemar menggambarkan Lies of P sebagai game Soulslike non-FromSoft pertama yang benar-benar mampu menandingi kualitas studio legendaris tersebut. Bagi banyak orang, ini terasa kurang seperti imitasi dan lebih seperti kelanjutan ide-ide brilian yang ditinggalkan Bloodborne.

Antusiasme itu bukan hanya tentang tingkat kesulitan atau desain bos yang menantang. Pemain memuji bagaimana setiap elemen terasa begitu kohesif, mulai dari penempatan musuh yang cerdas, sistem senjata yang inovatif, hingga pembangunan dunia yang imersif. Ini adalah jenis pengalaman yang mengingatkan penggemar mengapa Bloodborne mendapatkan reputasi legendarisnya sejak awal. Setiap parry yang presisi atau penggunaan Legion Arm yang tepat terasa begitu memuaskan, seolah-olah pengembang memahami betul apa yang membuat genre ini begitu adiktif.

Bloodborne 2 mungkin masih menjadi mimpi yang jauh, namun Lies of P membuktikan bahwa pengaruhnya tidak pernah pudar. Meskipun bukan penerus resmi, game ini berhasil menangkap semangat risiko, atmosfer mencekam, dan ambisi yang sama. Bagi para penggemar yang mengira tidak ada yang bisa mengisi kekosongan itu, Lies of P mungkin adalah jawaban yang paling dekat—dan mungkin juga, sebuah standar baru bagi masa depan game Soulslike di luar FromSoftware. Sebuah petualangan yang wajib dicoba bagi siapa saja yang merindukan tantangan dan cerita kelam yang tak terlupakan.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar