Morninroutine – Dunia game kembali dihebohkan dengan sebuah misteri yang tak terduga. Trover Saves the Universe, game platformer aksi komedi yang lahir dari benak salah satu kreator Rick and Morty, Justin Roiland, secara mengejutkan ditarik dari semua etalase digital tanpa peringatan atau penjelasan resmi. Sebuah langkah yang membingungkan, mengingat game ini telah menemani para gamer sejak tahun 2019. Apa yang sebenarnya terjadi di balik layar Squanch Games?
Fenomena ini tentu saja memicu banyak pertanyaan, terutama bagi para penggemar yang mengenal gaya humor khas Roiland yang begitu kental dalam game ini. Trover Saves the Universe sendiri adalah sebuah petualangan gila di mana pemain harus menyelamatkan alam semesta dari Glorkon, makhluk aneh yang menculik anjing-anjing protagonis dan menyedot esensi mereka untuk mendapatkan kekuatan dahsyat. Dengan narasi yang kocak dan gameplay yang unik, game ini berhasil mencuri perhatian dan menjadi salah satu karya besar pertama dari Squanch Games, studio yang didirikan Roiland sebelum ia mengundurkan diri.

Penarikan game ini dilaporkan pertama kali oleh VGC dan kini telah dikonfirmasi bahwa Trover Saves the Universe tidak lagi tersedia untuk dibeli di platform-platform besar seperti Steam, Epic Games Store, Meta, Xbox, PlayStation, dan Nintendo Switch. Yang menarik, data di Steam DB menunjukkan adanya bendera "app_retired_publisher_request" yang aktif. Ini mengindikasikan bahwa keputusan untuk menarik game ini hampir pasti datang dari Squanch Games sendiri, bukan dari pihak platform. Namun, hingga saat ini, belum ada satu pun pernyataan resmi dari pengembang mengenai alasan di balik langkah drastis ini, tujuh tahun setelah perilisan awalnya. Bahkan, jejak game ini juga sebagian besar telah dihapus dari situs web resmi Squanch Games, meski beberapa referensi masih bisa ditemukan jika dicari dengan cermat.
Melihat kembali ke belakang, Justin Roiland sendiri memiliki sejarah yang cukup bergejolak. Ia dipecat dari Adult Swim, rumah bagi Rick and Morty saat itu, setelah tuduhan kekerasan dalam rumah tangga mencuat ke publik. Meskipun tuduhan tersebut kemudian dibatalkan, serangkaian tuduhan pelanggaran perilaku lainnya membuat kembalinya ia ke serial animasi tersebut menjadi mustahil. Sebelum semua drama itu terkuak, Roiland memang sempat terjun ke industri game dengan mendirikan Squanch Games, dan kemudian mengundurkan diri tak lama setelah berbagai tuduhan tersebut muncul.
Namun, keterlibatan Roiland dalam Trover Saves the Universe tampaknya bukan menjadi alasan utama penarikan ini. Mengapa demikian? Karena ia juga mengisi suara di game High on Life yang dirilis pada tahun 2022, dan game tersebut hingga kini masih tersedia secara luas di pasaran. Ini menimbulkan spekulasi bahwa mungkin ada isu hak cipta atau lisensi yang tiba-tiba muncul dan belum terselesaikan. Atau mungkinkah ada alasan lain yang lebih dalam, yang belum terungkap ke publik?
Kejadian ini meninggalkan banyak tanda tanya bagi komunitas gamer. Apakah ini hanya kasus terisolasi, ataukah ini pertanda akan adanya perubahan kebijakan yang lebih luas terkait dengan konten dan kreator di industri game? Bagaimana nasib game-game lama yang mungkin memiliki keterkaitan dengan individu yang kontroversial di masa lalu? Hanya waktu dan pernyataan resmi dari Squanch Games yang bisa menjawab misteri di balik lenyapnya Trover Saves the Universe ini. Bagi para kolektor game digital, ini juga menjadi pengingat pahit tentang kerapuhan kepemilikan di era modern. Kita hanya bisa menunggu dan melihat apakah petualangan gila Trover akan kembali ke alam semesta digital, ataukah ia akan selamanya menjadi legenda yang hilang.
Berita ini pertama kali dilaporkan oleh esportivonews.com.







































