Morninroutine – Dunia Dune karya Frank Herbert, sebuah mahakarya fiksi ilmiah yang tak lekang oleh waktu, kini sedang berada di puncak kejayaannya. Dengan saga film Denis Villeneuve yang memukau dan serial HBO Dune: Prophecy yang memperluas semesta, euforia Arrakis terasa di mana-mana. Sementara para penggemar menantikan babak penutup sinematik Dune: Part Three pada 18 Desember, ada satu kejutan besar yang datang lebih awal, siap untuk membawa kita langsung ke jantung gurun pasir: Dune: Awakening akan secara resmi kembali pada 22 September dengan sebuah gebrakan baru yang masif.
Ini bukan sekadar peluncuran konsol biasa; Funcom pada dasarnya meluncurkan kembali ambisius game survival open-world mereka, Dune: Awakening, untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X/S, lengkap dengan pembaruan terbesar yang pernah ada. Setelah lebih dari setahun sejak debut PC-nya, Funcom mendengarkan komunitas dan merombak pengalaman bermain secara fundamental. Pembaruan 1.5, yang tiba pada 17 September bersamaan dengan akses awal konsol, menjadi fondasi bagi era baru ini, dengan peluncuran penuh konsol yang dijadwalkan pada Selasa depan, 22 September.

Fitur paling krusial dari pembaruan ini adalah pengenalan mode single-player penuh yang sangat dinantikan. Ini adalah game-changer bagi para penjelajah soliter yang ingin merasakan setiap jengkal Arrakis tanpa gangguan. Mode ini bukan sekadar versi yang menghilangkan pemain lain; ia menawarkan kustomisasi mendalam. Pemain dapat memilih tiga preset kesulitan atau menyesuaikan pengaturan individual, mulai dari perolehan pengalaman, tingkat panen, daya tahan item, peluruhan markas, badai pasir, hingga frekuensi kemunculan cacing pasir. Bayangkan skenario di mana Anda bisa menguasai Arrakis tanpa gangguan, menyesuaikan setiap aspek pengalaman untuk menciptakan tantangan pribadi yang epik. Bagaimana strategi Anda akan berubah jika Anda bisa mengendalikan setiap variabel?
Lebih jauh lagi, Deep Desert kini tidak lagi diatur ulang, dan Coriolis Storm telah disesuaikan agar tidak menghapus progres yang telah dicapai. Bahkan Landsraad pun kini mensimulasikan aktivitas guild saingan, menjaga intrik faksi tetap hidup meskipun tanpa kehadiran pemain manusia. Pembaruan ini juga menyelesaikan alur cerita lima bab dari Book One, yang berarti kampanye sinematik game ini kini dapat dimainkan dari awal hingga akhir – sebuah daya tarik utama dari peluncuran mode single-player ini.
Ini adalah langkah besar dalam evolusi dramatis Dune: Awakening sejak diluncurkan di PC Juni lalu. Penerimaan awal memang kuat, dengan lebih dari satu juta pemain memasuki Arrakis dalam bulan pertama dan puncak pemain bersamaan di Steam mencapai lebih dari 189.000. Kritikus juga umumnya positif, dengan versi PC memegang Metascore 78. Namun, keluhan seputar endgame yang terlalu berfokus pada PvP, sistem pertarungan, progres, dan beberapa elemen repetitif secara bertahap meredam antusiasme awal tersebut.
Funcom dengan cerdas mengambil umpan balik tersebut dan bekerja keras selama setahun terakhir untuk mengatasi banyak kekhawatiran itu. PvP kini sepenuhnya opsional, sebuah perubahan signifikan mengingat data Funcom sendiri menunjukkan 80-90% pemain lebih memilih PvE. Endgame Landsraad telah dibangun ulang secara ekstensif, Bab 2 dan 3 memperluas cerita, portabilitas karakter dan server telah ditingkatkan, dan Arrakis kini memiliki lokasi baru, senjata, perlengkapan, Imperial Testing Stations, server self-hosted, serta berbagai peningkatan quality-of-life dan performa. Perubahan ini bukan sekadar tambalan; ini adalah fondasi baru yang berpotensi mengubah cara kita memandang game survival MMO di masa depan. Apa lagi yang bisa mereka perbaiki atau tambahkan di masa depan?
Satu-satunya kekurangan, sayangnya, adalah dukungan cross-platform penuh belum akan tersedia saat peluncuran konsol. Xbox dan Microsoft Store memang mendukung cross-play dan progres bersama melalui Xbox Play Anywhere, tetapi versi PlayStation, Xbox, dan PC lainnya tidak dapat bermain bersama pada awalnya. Namun, Funcom telah secara resmi mengonfirmasi bahwa cross-play yang lebih luas akan datang, meskipun belum ada tanggal rilis spesifik. Meskipun belum sempurna, janji Funcom untuk dukungan cross-play yang lebih luas di masa depan tentu saja memicu spekulasi tentang potensi komunitas yang tak terbatas. Akankah ini menjadi jembatan menuju Arrakis yang benar-benar terhubung?
Terlepas dari itu, pembaruan ini terasa kurang seperti sekadar port konsol dan lebih seperti awal dari era baru untuk game Dune yang masih sangat diremehkan ini. Jika Anda adalah penggemar franchise ini yang belum sempat mencoba Dune: Awakening, ini adalah pengalaman open-world berbasis Arrakis terbaik yang akan Anda temukan. Siapkan diri Anda untuk mengarungi lautan pasir, menghadapi ancaman Shai-Hulud, dan mengukir takdir Anda sendiri di planet gurun yang brutal namun memikat ini.







































