Game PS1 Klasik Square Enix yang Terlupakan

Karlina

Karlina

Game PS1 Klasik Square Enix yang Terlupakan

Morninroutine – Dunia game sering kali menyimpan permata tersembunyi, dan seorang editor game berpengalaman, Chris dari esportivonews.com, baru-baru ini mengingatkan kita akan salah satunya. Dikenal atas kontribusinya di berbagai publikasi game terkemuka sejak 2009, termasuk Engadget dan Polygon, serta perannya sebagai mantan Managing/Reviews Editor di Destructoid, Chris memiliki keahlian mendalam dalam setiap genre. Ia adalah sosok yang tepat untuk membawa kita kembali ke era keemasan SquareSoft, sebuah nama yang identik dengan inovasi dan kualitas.

Sebelum merger besar pada tahun 2003 yang melahirkan Square Enix seperti yang kita kenal sekarang, SquareSoft adalah raksasa yang tak tertandingi di industri game. Didirikan pada tahun 1986, perusahaan ini bukan sekadar "pabrik Final Fantasy" yang melahirkan franchise legendaris seperti Final Fantasy dan Kingdom Hearts. Mereka adalah pelopor yang berani menjelajahi berbagai genre, memberikan kita karya-karya unik seperti Brave Fencer Musashi, di samping RPG blockbuster seperti Final Fantasy VIII. Reputasi mereka sejajar dengan nama besar seperti Nintendo dan Capcom, dan ada alasan kuat mengapa satu judul PS1 mereka, meskipun terlupakan, layak untuk dikenang kembali.

Game PS1 Klasik Square Enix yang Terlupakan
Gambar Istimewa : static0.srcdn.com

Pada tahun 1997, di tengah hiruk pikuk inovasi PlayStation, SquareSoft merilis Einhänder, sebuah game shoot ‘em up (shmup) yang disutradarai oleh Tatsuo Fujii. Saya masih ingat daya tariknya; sampul kotaknya yang khas ala Final Fantasy/Saga langsung menarik perhatian, namun game ini sendiri berdiri kokoh dengan kualitasnya. Sering disebut sebagai permata yang terlupakan, Einhänder memukau secara estetika. Dengan gaya visual yang distingtif, narasi unik yang secara menarik paralel dengan mitologi Yunani, dan arahan suara yang luar biasa dengan score elektronik yang kuat, game ini adalah sebuah mahakarya audio-visual.

Meskipun menawarkan beberapa tingkat kesulitan, Einhänder bukanlah game yang mudah. Banyak pemain yang menyerah di level pembuka, yang memang tidak memberikan ampun bagi pendatang baru. Ini adalah pengalaman pertama bagi banyak orang melalui demo disc PlayStation Underground, sebuah artefak nostalgia di era di mana demo fisik adalah raja. Sebagai upaya perdana SquareSoft di genre shmup, mereka bahkan memanggil Tatsuo Fujii, seorang veteran yang pernah menggarap seri Gradius, untuk memimpin proyek ini. Menariknya, pengembangan Einhänder juga diuntungkan dari proses pembuatan Final Fantasy VII. Pemahaman Square terhadap arsitektur sistem PS1 yang semakin matang memungkinkan mereka menciptakan visual yang lebih impresif untuk Einhänder.

Sayangnya, Einhänder kini sebagian besar terkubur oleh waktu. Game ini terperangkap di konsol PlayStation orisinal di luar Jepang (di mana ia sempat tersedia di PSN), tanpa ada rumor atau bocoran kredibel tentang remaster atau remake yang akan datang. Bagi mereka yang pernah memainkannya, Einhänder tetap hidup di hati para penggemar shmup dan Square, bahkan meninggalkan jejak inspirasi. Beberapa elemen kapal Gummi di Kingdom Hearts 3, misalnya, dikembangkan oleh tim yang sama, menunjukkan bagaimana DNA Einhänder terus mengalir dalam karya-karya mereka.

Akhir tahun 90-an adalah periode yang sangat eksperimental bagi SquareSoft. Melalui kemitraan dengan developer DreamFactory, mereka merilis Ehrgeiz, sebuah game pertarungan 3D yang aneh namun menarik, bahkan menampilkan beberapa karakter Final Fantasy VII. Ini adalah masa yang liar bagi penggemar SquareSoft, di mana mereka bisa mendapatkan rilis yang benar-benar di luar dugaan, berdampingan dengan mahakarya RPG AAA yang menjadi legenda di kalangan gamer. Jangan lupakan pula franchise ikonik lain yang lahir di era PlayStation, seperti Parasite Eve dan Xenogears, yang hingga kini masih sangat dihormati oleh para penggemarnya.

Bagi banyak penerbit, memiliki satu saja dari hit tersebut dalam portofolio mereka sudah dianggap sukses besar, namun SquareSoft kala itu berada jauh di depan kurva. Di tengah industri game yang kini cenderung lebih berhati-hati dan enggan mengambil risiko, banyak penerbit besar menjauhi proyek-proyek yang dulu membuat mereka begitu disegani. Namun, Square Enix, meskipun dengan frekuensi yang berbeda, secara konsisten tetap menghadirkan pengalaman semacam itu, baik itu sukses finansial besar atau tidak. Ini menunjukkan semangat inovasi dan keberanian yang diwarisi dari era SquareSoft masih berdenyut, mengingatkan kita bahwa terkadang, permata sejati ditemukan di luar jalur yang biasa.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar