Morninroutine – Di tengah hiruk pikuk industri game yang tak pernah sepi dari rilis-rilis besar, kita telah lama memasuki era kebangkitan kembali game-game klasik SNES. Studio-studio, baik yang asli maupun penerusnya, kini rajin menggali permata tersembunyi dari masa keemasan konsol tersebut, memberinya polesan baru yang segar. Fenomena ini, seperti yang diulas oleh Tom Wilson, seorang Penulis Fitur Gaming di esportivonews.com, menunjukkan bagaimana pengembang mencari cara untuk memuaskan dahaga penggemar nostalgia sekaligus memperkenalkan judul-judul lawas kepada audiens modern.
Bukan rahasia lagi bahwa membuat ulang JRPG klasik yang masif membutuhkan waktu dan sumber daya yang tak sedikit. Namun, menghidupkan kembali judul SNES yang lebih sederhana jauh lebih mudah, dan tetap mampu menarik minat dari basis penggemar setia. Inilah yang membuka pintu bagi game-game yang mungkin tidak masuk daftar ‘terbaik sepanjang masa’ SNES, namun tetap layak dimainkan, untuk mendapatkan kesempatan kedua di bawah sorotan. Ini juga memastikan bahwa lebih banyak judul dilestarikan, diremaster, dan dibuat ulang untuk audiens modern, mencegah satu-satunya salinan yang ada hanya berupa kartrid fisik berdebu berusia hampir empat dekade yang harganya melambung tinggi di pasar barang bekas.

Salah satu permata yang kini bangkit adalah Putty. Mungkin tidak semua gamer langsung mengenalnya, namun platformer berbasis gumpalan karet ini, yang awalnya dirilis di Amiga dan kemudian di-port ke SNES dengan nama Super Putty, memiliki daya tariknya sendiri. Game ini mengajak pemain untuk mengendalikan Putty, si gumpalan tituler, melompat di berbagai level, menghajar musuh, membersihkan rintangan, dan menikmati aksi platforming klasik ala SNES. Ia bahkan berhasil mengumpulkan cukup banyak penggemar untuk mendapatkan sekuel, Putty Squad, namun setelah itu, jejaknya menghilang.
Kini, setelah 35 tahun, platformer ikonik namun agak obscure ini mendapatkan ‘reimagining’ besar-besaran. Dikembangkan oleh System 3, Putty World adalah remake penuh yang mencoba menjawab pertanyaan krusial: bagaimana jika game orisinalnya dibuat hari ini? Game ini menggabungkan ketiga game Putty yang ada menjadi satu entitas tunggal, menambahkan 75 level baru yang belum pernah ada, 45 musuh baru yang siap menguji refleks, ekspresi yang lebih beragam dan jenaka untuk si gumpalan karet tituler, AI musuh yang ditingkatkan agar lebih menantang, dan banyak lagi fitur menarik lainnya.
Prospek ini sungguh menarik, berupaya merombak platformer masa lalu dengan inovasi dan teknologi masa kini. Sebuah upaya yang diharapkan dapat menginspirasi setidaknya sebagian industri untuk kembali ke era game yang lebih ceria, penuh warna, dan berani bereksperimen. Putty World dijadwalkan rilis di Nintendo Switch 2 sekitar Q2 2027, yang berarti antara April hingga Juni. Waktu tunggu yang tidak terlalu lama untuk kita bisa merasakan langsung remake ambisius dari sebuah cult classic ini. Tentu, ini mungkin bukan remake SNES impian semua orang yang mengharapkan judul-judul blockbuster, tapi sungguh menyenangkan melihat game seperti Putty di-port ke perangkat keras modern dengan semua peningkatan yang diharapkan. Dengan kehadiran Switch 2 yang menjanjikan performa lebih canggih, pengalaman bermain Putty World bisa jadi jauh lebih imersif dan memukau dari yang kita bayangkan. Pertanyaan besar yang masih menggantung adalah soal harga – faktor penentu bagi banyak gamer untuk berinvestasi dalam ‘reimagining’ platformer era 80-an ini.
Setidaknya, Putty World harusnya dapat menginspirasi pengembang lain untuk terus membuat game dengan gaya judul-judul SNES, mirip dengan bagaimana kancah indie tampaknya terobsesi dengan tampilan game PlayStation 1. Akan sangat menyenangkan untuk menyuntikkan lebih banyak warna dan keceriaan ke dalam judul-judul game kita, setidaknya untuk keluar dari kejenuhan judul-judul open-world beranggaran besar yang homogen. Mari berharap remake SNES yang berani ini dapat menciptakan riak di industri dan menggerakkan perubahan, membuktikan bahwa pesona klasik tak lekang oleh waktu.








































