Morninroutine.com – Era Nintendo DS sering kali dikenang sebagai masa keemasan inovasi teknologi dalam dunia gaming. Dengan desain unik yang mengusung dua layar, penggunaan stylus, hingga fitur mikrofon, perangkat ini memaksa para pengembang untuk berpikir di luar kotak. Pada masanya, interaksi langsung melalui layar sentuh dianggap sebagai sebuah revolusi yang sangat memikat.
Namun, setelah lebih dari satu dekade berlalu, tidak semua inovasi tersebut bertahan dengan baik di mata pemain modern. Beberapa judul game yang dulu dianggap revolusioner, kini justru terasa canggung dan sulit dinikmati karena terlalu memaksakan fitur-fitur unik yang sebenarnya tidak perlu. Berikut adalah lima game Nintendo DS yang terasa "basi" atau tidak menua dengan baik.

Super Mario 64 DS
Meskipun membawa karakter baru seperti Luigi, Yoshi, dan Wario, game ini menghadapi masalah mendasar pada kontrol. Game aslinya dirancang untuk analog stick, namun di DS, pemain harus mengandalkan kontrol arah yang kecil atau menggunakan stylus untuk membuat analog virtual di layar bawah. Membayangkan harus menggeser stylus di layar bawah sambil memperhatikan gerakan Mario di layar atas adalah sebuah tantangan yang melelahkan, bukan menyenangkan.
The Legend of Zelda: Phantom Hourglass
Zelda mencoba memanfaatkan layar sentuh secara total. Link dikendalikan hampir sepenuhnya melalui ketukan dan sapuan stylus. Meski ide ini terlihat cerdas secara konsep, dalam sesi permainan yang panjang, hal ini menjadi sangat merepotkan. Gerakan Link terasa tidak alami dibandingkan kontrol tradisional, dan mekanisme pertarungan menjadi sangat sulit saat menghadapi banyak musuh sekaligus.
Yoshi Touch & Go
Game ini seolah-olah dibuat hanya untuk menjawab satu pertanyaan: "Seberapa banyak fitur layar sentuh yang bisa kita masukkan ke dalam satu game?" Alih-alih petualangan platformer biasa, pemain justru lebih banyak menghabiskan waktu menggambar awan atau jalur untuk mengarahkan Baby Mario. Setelah kebaruan fitur tersebut hilang, pemain akan menyadari bahwa game ini minim kedalaman dan lebih terasa seperti sebuah demonstrasi teknologi daripada sebuah game yang utuh.
WarioWare: Touched!
Seri WarioWare memang dikenal dengan micro-games yang cepat dan aneh. Dalam versi Touched!, setiap tantangan memaksa pemain melakukan hal berbeda, mulai dari menggosok layar hingga meniup mikrofon. Meski sangat menghibur untuk durasi singkat, banyak pemain merasa beberapa tantangan di dalamnya terasa dipaksakan hanya demi menunjukkan kemampuan perangkat keras DS, tanpa memberikan substansi permainan yang kuat.
Metroid Prime: Hunters
Sebagai upaya ambisius untuk menghadirkan first-person shooter (FPS) di perangkat genggam, Hunters menggunakan layar sentuh sebagai pengganti mouse. Secara teori, ini adalah solusi cerdas untuk keterbatasan kontrol DS. Namun, dalam praktiknya, cara memegang perangkat sambil terus-menerus menggeser stylus untuk membidik musuh sangatlah melelahkan tangan. Ambisi besar game ini justru terbentur oleh skema kontrol yang sulit dicintai oleh pemain saat ini.







































