Morninroutine.com – Dunia kolektor kartu permainan atau Trading Card Game (TCG) tengah diguncang oleh ketegangan baru. Peluncuran set perayaan ke-30 Pokémon TCG yang sangat dinantikan bulan ini justru kembali dibayangi oleh masalah klasik yang tak kunjung usai: aksi para scalper. Para pengepul atau spekulan ini kerap memborong stok barang dalam jumlah besar untuk kemudian dijual kembali dengan harga selangit, membuat para penggemar asli kesulitan mendapatkan produk dengan harga normal.
Menanggapi fenomena ini, para peritel besar dan The Pokémon Company mulai mengambil langkah agresif. Selama peluncuran set perayaan ke-30, Pokémon Center telah menerapkan sistem antrean virtual serta pembatasan jumlah pembelian. Bahkan, sejumlah pesanan yang terindikasi menggunakan bot otomatis dilaporkan telah dibatalkan sebelum produk resmi diluncurkan. Langkah serupa juga diambil oleh Target, yang menerapkan batasan ketat per pelanggan di berbagai lokasi toko fisik mereka.

Namun, upaya tersebut tampaknya belum cukup untuk meredam amarah para scalper. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Target tengah menyiapkan "senjata" baru yang jauh lebih ampuh untuk memutus rantai permainan para spekulan ini. Berdasarkan temuan pada sistem backend situs web Target, raksasa ritel tersebut dikabarkan sedang menyiapkan sistem pembelian berbasis undian atau lotre.
Meskipun belum ada pengumuman resmi, bocoran informasi menunjukkan bahwa sistem ini akan memungkinkan pelanggan untuk mendaftarkan diri dalam sebuah pengundian. Setiap akun hanya diperbolehkan memiliki satu entri tanpa perlu melakukan pembayaran di muka. Pemenang yang terpilih secara acak kemudian akan diberi waktu 24 jam untuk menyelesaikan transaksi mereka. Jika masih ada sisa stok, kesempatan kedua mungkin akan diberikan kepada peserta yang belum terpilih.
Langkah ini merupakan perubahan paradigma yang signifikan. Selama ini, sistem "siapa cepat dia dapat" dalam penjualan daring (online drop) sangat menguntungkan para scalper yang menggunakan alat otomatis atau checkout bot. Dalam hitungan milidetik, bot tersebut dapat menyapu bersih stok barang sebelum kolektor manusia biasa sempat menekan tombol beli. Dengan sistem undian, kecepatan akses internet dan kecanggihan bot tidak lagi menjadi penentu utama.
Fenomena scalping memang telah menjadi parasit dalam hobi ini selama beberapa tahun terakhir. Produk edisi terbatas seringkali lenyap dari rak ritel dalam sekejap dan muncul di pasar sekunder dengan harga berkali-kali lipat dari harga ritel yang disarankan (MSRP). Masalah ini bahkan sempat memicu kericuhan fisik di toko-toko pada tahun 2021, yang memaksa beberapa peritel menghentikan sementara penjualan kartu perdagangan.
Meski sistem lotre ini diprediksi akan membuat persaingan menjadi lebih adil bagi kolektor jujur, tantangan tetap ada. Para spekulan yang gigih kemungkinan akan mencoba menggunakan "bot undian" untuk mendaftar melalui ribuan akun berbeda. Oleh karena itu, keberhasilan kebijakan ini akan sangat bergantung pada seberapa ketat Target dalam memverifikasi data akun, alamat, dan metode pembayaran guna memastikan aturan "satu orang satu kesempatan" benar-benar berjalan efektif.







































