Perpaduan Ghibli dan Zelda dalam Game Baru

Karlina

Karlina

Perpaduan Ghibli dan Zelda dalam Game Baru

Morninroutine.com – Bayangkan sebuah dunia yang memiliki keindahan melankolis khas Studio Ghibli, di mana setiap monster yang kamu temui seolah menyimpan kesedihan mendalam. Kemudian, campurkan elemen tersebut dengan ritme eksplorasi dan pertempuran yang menjadi fondasi seri legendaris The Legend of Zelda. Hasilnya adalah sebuah konsep gim yang sangat memikat dan menjanjikan sebuah pengalaman emosional yang jarang ditemukan di industri video game saat ini.

Sebuah judul baru bertajuk Mononoke No Kuni muncul sebagai jawaban atas kerinduan para pemain akan perpaduan estetika visual yang lembut namun memiliki mekanik permainan yang menantang. Dikembangkan oleh Lights-Interactive dan diterbitkan oleh Happinet, gim ini mulai mencuri perhatian para penggemar genre petualangan di platform Steam.

Perpaduan Ghibli dan Zelda dalam Game Baru
Gambar Istimewa : static0.srcdn.com

Dalam Mononoke No Kuni, pemain akan dilemparkan ke dalam dunia lain yang terinspirasi dari budaya Jepang yang sedang hancur. Dunia ini telah dikuasai oleh para yokai yang mengambil alih desa-desa milik makhluk lembut bernama Mononoke. Pemain berperan sebagai seorang anak laki-laki yang mengemban misi suci: merebut kembali jiwa anjing kesayangannya, Musashi, seekor Shiba Inu yang setia menemani di setiap langkah.

Berbeda dengan gim lain yang menjadikan hewan peliharaan hanya sebagai pelengkap, Musashi memiliki peran krusial dalam narasi. Kamu bisa memberi makan, melatih, hingga mendandaninya dengan kostum samurai atau ninja kecil. Musashi bukan sekadar hiasan; ia adalah rekan bertarung yang akan berdiri di sampingmu saat bahaya mengintai.

Sistem pertarungan dalam gim ini disebut sebagai "sistem aksi purifikasi". Fokus utamanya adalah pada responsivitas dan ketepatan waktu. Pemain harus menguasai teknik menghindar, menangkis (parry), dan serangan cepat. Menariknya, pengembang tidak menyertakan indikator stamina, sehingga pertempuran terasa sangat mengalir dan agresif tanpa memberikan hukuman yang membosankan bagi pemain. Bagi mereka yang ingin menikmati cerita dengan lebih santai, tersedia pula mode kasual agar pemain bisa fokus berinteraksi dengan Musashi tanpa harus pusing dengan presisi gerakan.

Pengaruh Studio Ghibli terasa sangat kental saat pemain berhadapan dengan musuh. Para yokai di sini bukanlah sekadar rintangan yang harus dihancurkan. Setiap musuh membawa latar belakang cerita yang menyedihkan berdasarkan cerita rakyat Jepang. Alih-alih membunuh, pemain menggunakan tongkat penyucian suci bernama Ōnusa untuk menenangkan jiwa mereka yang gelisah dan mengirim mereka kembali ke Yomi.

Selain itu, elemen restorasi desa memberikan kedalaman emosional. Saat kamu membantu para Mononoke membangun kembali rumah mereka, kamu akan melihat kehidupan kecil mereka kembali normal. Hal ini menciptakan kontras yang indah antara momen damai sehari-hari dengan pertempuran bos yang dramatis.

Secara mekanik eksplorasi, Mononoke No Kuni mengingatkan kita pada siklus pembersihan wilayah yang dipopulerkan oleh The Legend of Zelda: Breath of the Wild. Pemain akan menjelajahi dunia yang terfragmentasi dan memulihkan wilayah yang korup satu demi satu.

Meski belum memiliki tanggal rilis resmi selain jendela waktu tahun 2027, gim ini sudah bisa dimasukkan ke dalam wishlist Steam. Bagi para penggemar yang ingin mencoba lebih awal, pengembang menyediakan akses playtest secara gratis. Ini adalah kesempatan emas bagi siapa pun yang mendambakan petualangan dengan jiwa Ghibli dan ritme ala Zelda.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar