Morninroutine – Setelah sukses besar dengan musim terakhirnya yang menyatukan kembali kru legendaris Star Trek: The Next Generation, serial Star Trek: Picard telah menetapkan standar baru untuk narasi yang mendalam dan penuh nostalgia. Namun, ketika satu babak ditutup dengan perpisahan yang mengharukan, alam semesta Star Trek justru bersiap menyambut era baru yang berani, kali ini dalam bentuk video game. Bersiaplah untuk Star Trek: Shadow Frontier, sebuah prekuel yang tidak hanya akan mengisi celah naratif penting, tetapi juga berjanji untuk mendefinisikan ulang apa arti sebuah pengalaman game Star Trek.
Dirilis pada tahun 2027, Star Trek: Shadow Frontier menempatkan karakter Ro Laren sebagai pusat cerita, sebuah langkah yang disambut gembira oleh para penggemar. Ro Laren, yang diperankan kembali oleh aktris ikonik Michelle Forbes, adalah sosok dengan masa lalu yang kompleks. Musim ketiga Picard sempat mengungkapkan bahwa Ro telah kembali ke Starfleet sebagai komandan intelijen, jauh setelah pengkhianatannya kepada Jean-Luc Picard dan pembelotannya ke Maquis di The Next Generation. Game ini akan mengeksplorasi puluhan tahun yang hilang tersebut. Kisah dimulai saat Ro menanggapi panggilan darurat, hanya untuk berakhir terdampar di sebuah planet tak berpenghuni yang dikenal sebagai kuburan kapal luar angkasa. Misinya untuk menyelamatkan seorang teman lama yang tidak disebutkan namanya segera berubah menjadi perjuangan bertahan hidup ketika sebuah entitas kesadaran planet mulai menyerang pikirannya, memutarbalikkan ingatannya, dan memaksanya menghadapi pilihan-pilihan masa lalunya. Pemain akan bertemu penyintas lain di dunia yang memusuhi ini, meskipun identitas mereka masih menjadi misteri. Bloober Team, pengembang di balik proyek ini, berjanji untuk menyelami penyesalan dan konsekuensi dari keputusan Ro sebelumnya, memberikan konteks krusial bagi karakter yang lebih matang yang akhirnya bertemu kembali dengan Picard.

Star Trek: Shadow Frontier terasa seperti arah baru yang berani bagi waralaba ini, baik dari segi potensi gameplay maupun periode sejarah yang dieksplorasi. Bloober Team, yang terkenal dengan karya-karya horor psikologis mereka seperti Layers of Fear dan The Medium, mendekati alam semesta Star Trek sebagai thriller psikologis dengan pengaruh survival-horror yang jelas. Ini menempatkan Ro Laren di planet yang memusuhi, penuh dengan makhluk-makhluk aneh dan entitas misterius yang mampu menyerang baik fisik maupun mentalnya. Konfigurasi yang tidak biasa gelap ini memungkinkan waralaba untuk merangkul tema yang lebih dewasa dan memanfaatkan elemen horor yang pasti akan membuat pemain ketakutan, namun tanpa meninggalkan akar fiksi ilmiahnya. Bayangkan menjelajahi bangkai kapal bintang yang berkarat, setiap bayangan menyembunyikan potensi ancaman, sementara pikiran Anda sendiri menjadi medan perang melawan invasi psionik. Ini bukan sekadar game Star Trek biasa; ini adalah eksplorasi mendalam tentang trauma, penebusan, dan teror yang tersembunyi di sudut terjauh galaksi.
Narasi game ini juga mendorong ke wilayah yang belum dijelajahi dengan berfokus pada Ro dan periode yang hilang antara karakter yang dikenal audiens di The Next Generation dan kembalinya dia di Picard. Shadow Frontier dapat memperluas era sejarah Star Trek yang sebagian besar hanya ada di luar layar, menggunakan celah itu untuk membawa Ro dan waralaba ini ke tempat yang benar-benar asing. Ini adalah kesempatan emas untuk memperkaya lore Star Trek dengan perspektif yang lebih gelap dan introspektif. Star Trek: Shadow Frontier dijadwalkan rilis pada tahun 2027 untuk PlayStation 5, Xbox Series X/S, dan PC. Selain itu, versi Nintendo Switch 2 juga tampaknya sangat mungkin, berdasarkan peta jalan Bloober Team di masa depan, memberikan harapan bagi para gamer konsol portabel untuk merasakan ketegangan kosmik ini, seperti yang dilaporkan oleh esportivonews.com.







































