Wajib Main! 3 Masterpiece Square Enix Abadi Ini!

Karlina

Karlina

Wajib Main! 3 Masterpiece Square Enix Abadi Ini!

Morninroutine – Di lanskap gaming yang terus berkembang, nama Square Enix selalu berdiri kokoh sebagai mercusuar inovasi dan pencerita ulung. Dari merger legendaris Square dan Enix, lahirlah sebuah entitas yang tidak hanya mendefinisikan ulang genre RPG, tetapi juga menorehkan jejak tak terhapuskan dalam sejarah industri game. Dikenal luas melalui waralaba ikonik seperti Final Fantasy dan Dragon Quest, perusahaan Jepang ini telah menetapkan standar emas untuk genre RPG, menghasilkan banyak mahakarya yang terus dibicarakan dan dimainkan hingga kini. Tak hanya judul-judul besar, ada pula permata tersembunyi seperti Fantasian: Neo Dimension, The World Ends With You, dan I Am Setsuna yang patut mendapat perhatian. Meskipun tidak semua karya mereka bergenre RPG, kontribusi terbesar Square Enix memang terletak pada genre ini. Mari kita selami tiga di antaranya yang, menurut Bruno Yonezawa, seorang Penulis Senior Gaming dari esportivonews.com, layak mendapat predikat 10/10 dan wajib dicicipi oleh setiap penggemar game.

Final Fantasy IX: Kembali ke Akar Fantasi

Wajib Main! 3 Masterpiece Square Enix Abadi Ini!
Gambar Istimewa : static0.srcdn.com

Melangkah mundur ke era PlayStation pertama, kita menemukan Final Fantasy IX, sebuah permata yang sering disebut sebagai puncak seri oleh banyak kritikus dan penggemar, bahkan Metacritic menobatkannya sebagai yang terbaik. Dirilis pada tahun 2000, game ini merupakan sebuah deklarasi berani dari Square untuk kembali ke akar fantasi murni, sebuah narasi yang memeluk erat keajaiban dan mitos yang menjadi identitas awal seri ini. Berbeda dengan pendahulunya, FFVII dan FFVIII, yang lebih banyak diwarnai elemen fiksi ilmiah, FFIX menghadirkan dunia yang lebih unik dan magis, namun tetap mempertahankan tema-tema mendalam tentang eksistensialisme, kehidupan, kematian, dan persahabatan yang menjadi ciri khas Final Fantasy.

Para karakter di FFIX, baik pahlawan maupun antagonis, begitu berkesan dan memiliki kedalaman emosional yang luar biasa, membentuk salah satu cerita single-player Final Fantasy terbaik yang pernah ada. Dari sisi gameplay, FFIX menawarkan pengalaman yang memuaskan, meskipun masih mewarisi beberapa aspek klasik RPG seperti grinding yang intens. Namun, kesenangan dalam menjelajahi dunianya dan mengembangkan karakter jauh melampaui kekurangan kecil tersebut. Desas-desus tentang remake memang terus berhembus, namun esensi magisnya tetap abadi, dan untungnya, kita masih bisa menikmati mahakarya 10/10 ini di berbagai platform modern.

NieR: Automata: Revolusi Narasi dan Gameplay

Tujuh tahun setelah rilisnya, NieR: Automata masih terasa seperti sebuah wahyu, sebuah ledakan kreativitas yang mengubah pandangan kita tentang apa itu sebuah RPG aksi. Dikembangkan oleh PlatinumGames dan diterbitkan oleh Square Enix pada tahun 2017, game ini adalah sekuel dari Nier (2010), yang sendiri merupakan spin-off dari waralaba Drakengard. Hal pertama yang mencolok dari NieR: Automata adalah bagaimana gameplay-nya terasa begitu segar dan berbeda. Awalnya, Anda akan merasakan sensasi bermain RPG aksi orang ketiga dengan elemen hack-and-slash yang familiar, namun kemudian game ini akan melemparkan Anda ke dalam serangkaian mekanik yang beragam.

Anda akan menemukan diri Anda terlibat dalam pertarungan bullet-hell, sekuens penerbangan yang mendebarkan, mini-game hacking, dan banyak lagi. Perubahan perspektif yang mengejutkan juga memungkinkan Anda melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda secara harfiah, memperkaya pembangunan dunia yang sudah kompleks. Ini adalah game yang menuntut Anda untuk menamatkannya berkali-kali untuk benar-benar memahami seluruh ceritanya; setiap putaran permainan membuka tabir kebenaran baru, memaksa kita merenungkan eksistensi dan makna di balik setiap pertempuran. Narasi NieR: Automata dimulai dengan premis sederhana, namun secara bertahap terungkap menjadi kisah epik yang penuh filosofi. Ditambah lagi, game ini memiliki salah satu lagu tema terbaik dalam sejarah RPG, "Weight of the World" karya Keiichi Okabe, yang memiliki kekuatan untuk menyentuh hati siapa pun.

Chrono Trigger: Mahakarya Lintas Zaman

Namun, jika ada satu game yang benar-benar mendefinisikan keunggulan Square (sebelum Enix bergabung) dan tetap tak tertandingi hingga kini, itu adalah Chrono Trigger. RPG berbasis giliran tahun 1994 ini diciptakan oleh apa yang disebut "tim impian": Hironobu Sakaguchi (pencipta Final Fantasy), Yuji Horii (pencipta Dragon Quest), dan Akira Toriyama (pencipta Dragon Ball). Mereka bersatu untuk menciptakan sebuah RPG yang tidak hanya melampaui standar zamannya, tetapi juga masih terasa jauh lebih unggul dari banyak judul modern dalam genre yang sama.

Kejeniusan Chrono Trigger terletak pada bagaimana ia secara mekanis memperbaiki banyak masalah yang menghantui RPG di era 90-an. Square secara cerdik memangkas waktu permainan rata-rata menjadi sekitar 20 jam (meskipun Anda bisa bermain lebih lama untuk mencapai berbagai ending). Game ini menghilangkan random encounters dan grinding yang menjadi ciri khas genre, dan sebagai gantinya, fokus pada penyampaian cerita yang luar biasa dengan karakter-karakter tak terlupakan serta sistem pertarungan yang brilian, memadukan kemampuan karakter secara dinamis. Chrono Trigger adalah salah satu game yang menua seperti anggur berkualitas; rasanya benar-benar luar biasa bahkan 31 tahun setelah dirilis. Ini adalah salah satu game terbaik yang pernah dibuat, sebuah mahakarya abadi yang tak lekang oleh waktu. Square Enix memang telah menciptakan banyak game fantastis, baik dari upaya individu Square maupun Enix sebelum merger, tetapi tidak ada yang bisa mengalahkan pesona dan inovasi Chrono Trigger. Sebuah warisan yang terus menginspirasi, menunjukkan bahwa inovasi sejati tak lekang oleh zaman.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar