Morninroutine – Pengumuman Octopath Traveler 0 dari Square Enix di Nintendo Direct disambut gembira para penggemar. Namun, di balik antusiasme tersebut, sebuah kekhawatiran besar mulai muncul: apakah Square Enix tengah membuat kesalahan fatal yang bisa menghancurkan seri ini? Esportivonews.com melaporkan, game ini, entri utama ketiga dalam franchise, bukan sekuel langsung dari dua pendahulunya. Meskipun mempertahankan gaya HD-2D ikonik dan sistem Break andalannya, fokus pada karakter utama yang dapat dikustomisasi justru menjadi titik rawan.
Bayangkan sebuah dungeon crawler epik dengan beragam hero unik. Tiba-tiba, bos besarnya memberi Anda pilihan: membuat karakter Anda sendiri, atau menggunakan salah satu hero yang sudah ada. Anda memilih membuat karakter sendiri, dan ternyata karakter tersebut hanya sebuah template kosong yang hanya berjalan mengikuti alur cerita utama. Itulah risiko yang dihadapi Octopath Traveler 0. Keunggulan seri ini selama ini adalah pengembangan karakter yang mendalam. Delapan karakter di game sebelumnya, masing-masing dengan alur cerita yang kuat, membentuk keseluruhan narasi yang kaya. Dengan karakter utama yang dapat dikustomisasi, risiko cerita menjadi generik dan kurang memikat sangat tinggi.

Kehadiran karakter-karakter lama seperti Primrose dan Therion juga menimbulkan pertanyaan. Apakah penambahan cerita mereka akan terasa alami, atau hanya sekadar fan service yang membuat cerita utama menjadi kurang fokus? Lebih dari 30 karakter yang dapat direkrut, dikombinasikan dengan karakter utama yang dapat dikustomisasi, berpotensi mengurangi kedalaman naratif yang menjadi ciri khas seri ini.
Kekhawatirannya bukan pada gameplay-nya, yang diakui memang fantastis. Namun, jika Square Enix terlalu fokus pada gameplay saja, Octopath Traveler 0 berisiko menjadi seperti Octopath Traveler: Champions of the Continent—game mobile yang menyenangkan, tetapi kurang mendalam dari segi cerita. Apakah Octopath Traveler 0 akan menjadi masterpiece atau sekadar game yang lumayan? Hanya waktu yang akan memberi jawabannya. Semoga saja, kekhawatiran ini terbukti salah.






