Gagal Total! Konsol VR Nintendo yang Hilang

Karlina

Karlina

Gagal Total! Konsol VR Nintendo yang Hilang

Morninroutine – Tahun 2025, Nintendo berjaya di puncak industri game. Sulit dipercaya raksasa game ini pernah membuat blunder besar. NES mendominasi era 80-an dan tetap berpengaruh hingga kini. SNES, N64, Wii, dan Switch sukses besar. Namun, seperti perusahaan game lain yang berani mengambil risiko, tak semua ide Nintendo sukses. Switch 2 mungkin akan jadi konsol terlaris sepanjang masa, namun perjalanan Nintendo menuju kesuksesan ini diwarnai beberapa kesalahan, yang paling fatal adalah Virtual Boy, yang genap berusia 30 tahun bulan ini.

Virtual Boy diluncurkan 21 Juli 1995 di Jepang, dan beberapa minggu kemudian di Barat. Diklaim sebagai konsol pertama yang mampu menampilkan grafis 3D stereoskopik, Virtual Boy menciptakan ekspektasi tinggi setelah kesuksesan SNES. Desain merah-hitamnya ikonik, namun nyaris semuanya berjalan salah.

Gagal Total! Konsol VR Nintendo yang Hilang
Gambar Istimewa : static1.srcdn.com

Setelah lima bulan di pasaran Jepang, produksi dihentikan Desember 1995, menjadikannya salah satu konsol dengan masa hidup tersingkat. Terjadi beberapa kali penurunan harga dari harga awal $179.99 untuk meminimalisir kerugian, tetapi dengan hanya 22 game dan penjualan global 770.000 unit, Virtual Boy dinyatakan gagal secara komersial.

Kegagalan Virtual Boy disebabkan banyak faktor, salah satunya ambisi yang terlalu tinggi. Harga tinggi untuk konsol yang hanya berupa headset dan kontroler tidak menarik. Game-nya ditampilkan dengan warna merah yang menyakitkan mata. Desain layarnya membuat banyak konsumen mengalami mual, sakit kepala, dan masalah kesehatan lainnya.

Menariknya, Nintendo masih mengakui Virtual Boy dan tak mencoba menghapusnya dari sejarah. Ada artefak dan merchandise Virtual Boy di Nintendo Museum di Uji, Kyoto, Jepang.

Dengan menjanjikan pengalaman VR, Nintendo menetapkan ekspektasi tinggi namun gagal memenuhinya. Konsol ini juga kekurangan game Nintendo besar selain Mario Clash dan Mario’s Tennis, tanpa Zelda atau Metroid, membuat keseluruhannya kurang menarik.

30 tahun kemudian, konsol ini diingat sebagai titik terendah Nintendo, tetapi juga kekecewaan yang memaksa Nintendo berinovasi dan menjadi raksasa seperti sekarang. Virtual Boy adalah risiko besar, yang menetapkan preseden bagi Nintendo: mereka tak akan mengikuti pesaing dan akan tetap menciptakan jalan sendiri, yang telah membawa mereka ke puncak industri game saat ini, terlepas dari kegagalan Virtual Boy yang berkesan. Sumber: esportivonews.com dan Nintendo Museum.

(Elemen tambahan yang terinspirasi oleh gaya penulisan game berpengalaman): Bayangkan Virtual Boy sebagai sebuah boss fight yang sangat sulit dalam perjalanan Nintendo. Sebuah tantangan yang hampir menghancurkan mereka, tetapi justru mengajarkan pelajaran berharga tentang inovasi dan pengambilan risiko. Kegagalan Virtual Boy menjadi lore penting dalam sejarah Nintendo, sebuah easter egg yang mengingatkan kita bahwa bahkan perusahaan terbesar pun bisa jatuh. Dan seperti game yang bagus, Nintendo bangkit dari keterpurukan dan menciptakan cerita sukses yang lebih epik.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar