Talenta E-sports dari Balik Cangkir Kopi: Kota Malang Buru Atlet Potensial Hingga ke Warkop!

Karlina

Karlina

Strategi unik diterapkan oleh Pengurus Cabang E-Sports Indonesia (ESI) Kota Malang dalam mencari bibit atlet potensial. Tak hanya melalui turnamen besar di gedung mewah, kini pencarian bakat dilakukan dengan cara “jemput bola” hingga ke warung kopi (warkop) yang tersebar di pelosok kota.

Langkah ini diambil karena warkop dinilai sebagai basis terbesar berkumpulnya komunitas pemain game, mulai dari Mobile Legends, Free Fire, hingga PUBG Mobile. Banyak talenta tersembunyi dengan mekanik permainan yang luar biasa justru lahir dari budaya nongkrong sambil “mabar” (main bareng).

Mengubah Hobi Menjadi Prestasi Ketua ESI Kota Malang mengungkapkan bahwa banyak pemain di warkop yang memiliki potensi besar namun belum tersentuh pembinaan profesional. Dengan terjun langsung ke warkop, ESI ingin memberikan edukasi bahwa bermain game bukan sekadar buang-buang waktu, melainkan bisa menjadi jalur prestasi yang menjanjikan.

“Kami ingin mengubah stigma negatif. Di warkop banyak pemain hebat, tugas kami adalah memfasilitasi mereka, memberikan arahan taktis, hingga kedisiplinan agar mereka siap bersaing di level yang lebih tinggi,” jelas pihak ESI.

Langkah Terukur Menuju Turnamen Resmi Pencarian atlet di warkop ini juga bertujuan untuk menjaring pemain yang akan dipersiapkan untuk berbagai ajang olahraga bergengsi, seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur mendatang. ESI akan melakukan pendataan dan seleksi bertahap bagi para “jawara warkop” yang menunjukkan performa menonjol.

Inspirasi untuk Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban Langkah inovatif ESI Kota Malang ini diharapkan bisa menginspirasi pengurus e-sports di wilayah lain, seperti di Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban. Mengingat budaya nongkrong di warkop juga sangat kental di wilayah Pantura, potensi menemukan atlet berbakat dari tempat serupa sangatlah terbuka lebar.

Bagi para pemuda yang gemar mabar di warkop, ini adalah sinyal positif bahwa kemampuan kalian kini mulai diperhatikan secara serius oleh otoritas olahraga nasional.

Tips bagi Calon Atlet E-sports:

Redaksi Garengongko menyarankan bagi para pemain lokal yang ingin dilirik oleh tim pencari bakat untuk:

  1. Jaga Performa: Tetap konsisten dalam meningkatkan peringkat (rank) di dalam game.

  2. Etika Bertanding: Selain keahlian, sikap (attitude) yang baik saat bermain sangat menentukan penilaian.

  3. Pahami Strategi: Mulailah mempelajari aspek taktis tim, bukan sekadar gaya bermain individu.

Siapa tahu, berawal dari mabar sambil minum kopi, Anda bisa menjadi perwakilan daerah yang mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar