Terungkap! FF Favorit Karyawan Square Enix Bikin Melongo!

Karlina

Karlina

Terungkap! FF Favorit Karyawan Square Enix Bikin Melongo!

Memilih game favorit dari saga Final Fantasy yang legendaris seringkali menjadi misi mustahil, bahkan bagi para veteran RPG. Namun, sebuah pengakuan mengejutkan dari dalam jantung Square Enix sendiri baru-baru ini mengguncang komunitas. Morninroutine – Direktur Final Fantasy VII Remake, Naoko Hamaguchi, dalam wawancara dengan GamerBraves di YouTube, mengungkapkan fenomena tak terduga: Final Fantasy XIII kini menjadi pilihan favorit di kalangan karyawan muda Square Enix. Sebuah preferensi yang, menurut Hamaguchi, membuatnya "merasakan berlalunya zaman"—dan mungkin juga memicu perdebatan sengit di antara para penggemar.

Bukan rahasia lagi bahwa Final Fantasy XIII selalu menjadi entri yang memecah belah. Meskipun saat perilisannya mendapat sambutan kritis yang cukup kuat, game ini seringkali terdampar di dasar daftar peringkat favorit penggemar. Desainnya yang sangat linear, sering disebut sebagai "simulator koridor" hingga paruh kedua game, serta sistem pertarungan Paradigm Shift yang inovatif namun kontroversial, menjadi batu sandungan bagi banyak pemain veteran. Bahkan sekuelnya, Final Fantasy XIII-2, yang mencoba mengatasi beberapa kritik, tidak mampu mengubah persepsi umum terhadap trilogi Lightning ini menjadi pujian universal.

Terungkap! FF Favorit Karyawan Square Enix Bikin Melongo!
Gambar Istimewa : static0.srcdn.com

Pergeseran preferensi ini tentu bukan tanpa alasan. Sementara generasi karyawan Square Enix yang lebih tua mungkin tumbuh dengan nostalgia Final Fantasy VI, VII, atau X, para talenta muda yang baru bergabung mungkin justru menemukan pesona RPG epik melalui Final Fantasy XIII dan sekuelnya. Visualnya yang memukau, narasi yang ambisius, dan karakter ikonik seperti Lightning bisa jadi merupakan gerbang pertama mereka ke dunia fantasi Square Enix. Menariknya, Hamaguchi sendiri mengakui bahwa FFXIII telah meletakkan fondasi penting bagi presentasi sinematik dan gaya visual yang kita nikmati di Final Fantasy VII Remake dan Rebirth. Ini mengisyaratkan bahwa elemen-elemen yang dulu dikritik, seperti fokus pada narasi yang terarah dan visual yang memanjakan mata, kini mungkin dilihat sebagai kekuatan, bahkan berpotensi menjadi cetak biru yang akan terus dieksplorasi dalam proyek-proyek masa depan studio.

Sebagai seorang penulis yang telah menyelami berbagai dunia fantasi, saya harus jujur, Final Fantasy XIII adalah salah satu entri awal yang saya coba, namun saya pribadi kesulitan untuk sepenuhnya jatuh cinta. Meskipun saya mengagumi desain karakter Lightning yang kuat dan estetika visualnya yang futuristik, sensasi "berlari di koridor tanpa akhir" yang mendominasi paruh awal permainan seringkali mengikis kesabaran. Ketika dunia Cocoon akhirnya terbuka, saya sudah merasa lelah dengan batasan yang ada.

Meskipun demikian, sungguh melegakan mendengar bahwa ada banyak yang menemukan kedalaman dan kenikmatan dari Final Fantasy XIII yang tidak saya rasakan. Hamaguchi memang tidak merinci berapa banyak karyawan yang menunjuk FFXIII sebagai favorit, namun jelas ini bukan sekadar anomali, melainkan tren yang signifikan di kalangan staf muda. Ini adalah pengingat bahwa selera gamer terus berevolusi, dan apa yang dulu dianggap "kelemahan" bisa jadi kini dipandang sebagai "kekuatan" oleh generasi baru. Pertanyaan besarnya, apakah preferensi ini akan memengaruhi arah desain game Final Fantasy di masa depan? Akankah kita melihat lebih banyak eksperimen dengan struktur narasi yang terarah atau bahkan evaluasi ulang terhadap potensi Final Fantasy XIII itu sendiri? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal yang pasti, perdebatan tentang ‘Final Fantasy terbaik’ akan terus berlanjut, mungkin dengan kejutan-kejutan lain di masa depan. Berita ini pertama kali dilaporkan oleh esportivonews.com.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar