Zelda: Bukan Water Temple! Dungeon Ini Mimpi Buruk Terburuk

Karlina

Karlina

Zelda: Bukan Water Temple! Dungeon Ini Mimpi Buruk Terburuk

Morninroutine – Bagi para veteran The Legend of Zelda: Ocarina of Time, Water Temple seringkali menjadi momok yang menghantui. Labirin air yang membingungkan, perubahan level air yang konstan, dan keharusan untuk terus memasang dan melepas Iron Boots memang bisa membuat frustrasi. Namun, sebagai seorang gamer yang telah malang melintang di dunia Hyrule, saya berani mengatakan bahwa Water Temple bukanlah dungeon terburuk dalam sejarah Zelda. Bahkan, di versi Ocarina of Time 3DS dengan kemudahan mengganti Iron Boots, Water Temple justru terasa menyenangkan.

Ocarina of Time menyimpan dungeon yang jauh lebih mengerikan daripada Water Temple. Ice Cavern, misalnya, dengan keharusan bolak-balik mencari Blue Flame, Ice Keese yang membekukan, dan teka-teki balok licin yang menyebalkan. Tapi, tunggu dulu, masih ada satu dungeon yang benar-benar membuat saya ingin membanting controller: Bottom of the Well.

 Zelda: Bukan Water Temple! Dungeon Ini Mimpi Buruk Terburuk
Gambar Istimewa : static0.srcdn.com

Secara estetika, Bottom of the Well memang luar biasa. Bayangkan, setelah melihat mimpi buruk masa depan, kita kembali ke Kakariko Village sebagai anak-anak dan masuk ke dalam sumur yang ternyata adalah makam berlumuran darah dengan alat-alat penyiksaan. Dead Hand, salah satu monster paling menyeramkan dalam sejarah video game, juga menghuni tempat ini. Potensi dungeon ini sangat besar, namun eksekusinya… sungguh menyakitkan.

Petualangan di Bottom of the Well terasa seperti hukuman yang kejam dan tidak manusiawi. Link harus mencari Lens of Truth, sebuah item yang memungkinkan kita melihat musuh, dinding, dan peti yang tak kasat mata. Ironisnya, dungeon ini justru dipenuhi dengan hal-hal yang tidak bisa kita lihat sampai kita mendapatkan item tersebut. Alhasil, kita harus meraba-raba dalam kegelapan, mencari jalan buntu, lantai yang hilang, dan ruang bawah tanah yang penuh dengan ReDead.

Jika kita tahu persis ke mana harus pergi, Bottom of the Well bisa diselesaikan dalam waktu lima menit. Namun, hal ini justru bertentangan dengan semua yang telah diajarkan game ini tentang dungeon. Pengalaman ini terasa seperti jebakan kejam bagi mereka yang tidak tahu rute yang benar. Mereka dipaksa untuk meraba-raba dalam kegelapan, mencari dinding tak kasat mata.

Mungkin saja saya hanya kesal karena baru-baru ini memainkan ulang The Legend of Zelda: Ocarina of Time dan lupa rute yang benar. Tapi, jujur saja, Bottom of the Well tetap menjadi dungeon terburuk yang pernah saya temui dalam franchise Zelda.

Sedikit bocoran: Jangan lupa untuk membawa banyak potion dan perisai saat menjelajahi Bottom of the Well. ReDead bisa sangat merepotkan, dan potion akan membantu Anda bertahan hidup. Perhatikan juga pola lantai dan dinding, karena beberapa di antaranya mungkin menyembunyikan jalan rahasia. Dan yang terpenting, bersabarlah. Bottom of the Well adalah ujian kesabaran, tetapi dengan sedikit ketekunan, Anda pasti bisa melewatinya. Informasi ini dikutip dari esportivonews.com.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar